Postingan

Danau Sejuta Kenangan

DANAU SEJUTA KENANGAN Karya : Afdina Melya G.F Lagi-lagi aku termenung di tepi danau. Sendirian. Seharusnya, hari ini menjadi hari yang menyenangkan. Karena sebentar lagi aku akan resmi menjadi siswi sekolah menengah pertama di Yogyakarta. *** Oiya, perkenalkan namaku Afdina, aku tinggal di Perumahan Pesona Gading Cibitung, Bekasi. Rumahku dekat dengan sebuah danau buatan yang diberi nama Danau Telaga Warna. Danau Telaga Warna masih asri dan terawat, karena jauh dari hiruk pikuk kesibukan warga pinggiran kota Jakarta yang membanting tulang demi mencari nafkah. Setiap sore, banyak warga yang sengaja meluangkan waktunya untuk mengunjungi danau tersebut bersama keluarga. Mereka bersenda gurau bersama anggota keluarga sembari melepas penat setelah sehari penuh memeras keringat untuk menghidupi keluarga. Biasanya sepulang sekolah, aku dan kedua sahabatku, Sinta dan Alfian, menyempatkan diri untuk sekedar bercengkrama di Danau Telaga Warna. Bahkan terkadang jika hari libur t...

Tuhan Telah Menegurmu

Tuhan Telah Menegurmu Ciptaan:  Apip Mustofa Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan Lewat perut anak-anak kelaparan Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan Lewat semayup suara adzan Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran Lewat gempa bumi yang berguncang Deru angin yang meraung kencang Hujan dan banjir yang melintang pukang Adakah kau dengar?

Doa di Medan Laga

Doa di Medan Laga Ciptaan: Subagio Sastrowardoyo Berilah kekuatan sekeras baja Untuk menghadapi dunia ini, Untuk melayani zaman ini Berilah kesabaran seluas angkasa Untuk mengatasi siksaan ini, Untuk melupakan derita ini Berilah kemauan sekuat garuda Untuk melawan kekejaman ini, U ntuk menolak penindasan ini Berilah perasaan selembut sutra Untuk menjaga peradaban ini, Untuk mempertahankan kemanusiaan ini.

Sajak Harapan

Ya Rabb, Anugerahkan kepadaku, Hati yang tak pernah berhenti, Sentuhan yang tak pernah menyakiti, Jiwa yang tak pernah gelisah, Tangan yang tak henti berbagi, Senyuman yang tak pernah pudar, Kasih sayang tanpa pamrih, Cinta tulus yang tak pernah berakhir, Aamiin. Bukan orang istimewa Afdina

Ajari Aku

Ajari aku untuk tersenyum, Ketika untuk tersenyum pada diriku sendiri saja susah Ajari aku untuk percaya, Ketika untuk percaya pada diriku sendiri saja sulit Bagaimana caranya bicara? Saat aku hanya bisa bicara dengan suaraku sendir? Bagaimana caranya tertawa? Saat aku hanya bisa menertawai diriku sendiri? Dan bolehkah ku tahu? Seperti apa rasanya bebas dari belenggu kekhawatiranku sendiri? Bukan orang istimewa Afdina

Sajak Kenangan

Jika suatu saat nanti Saat raga ini tak mampu bangun lagi Telah ku tuliskan lewat sajak ini Kisah bahagia yang ku tanam dalam hati Jika suatu saat nanti Saat nafas ini sudah tak berhembus lagi Telah ku tuliskan lewat sajak ini Mengenalmu adalah hal terindah yang pernah kualami Jika suatu saat nanti Saat Tuhan memanggilku untuk kembali Telah ku tuliskan lewat sajak ini Aku akan terus berkarya, tak akan berhenti Jika suatu saat nanti Saat hayat sudah tak dikandung badan lagi Telah ku tuliskan lewat sajak ini Ku kenang kau secara abadi Tak hanya dalam mimpi Tak hanya dalam dunia yang singkat ini Bukan orang istimewa Afdina

Saat Aku

Saat aku tak paham maksud Tuhan Aku memilih untuk percaya Saat aku tertekan oleh kekecewaan Aku memilih untuk bersyukur Saat rencana hidupku berantakan Aku memilih untuk berserah Saat keputusasaan melingkupiku Aku memilih untuk tetap maju Bukan orang istimewa Afdina